Search This Blog

Sunday, October 3, 2021

GEREJA MEMBISU DAN DIAM YANG MEMELIHARA KEJAHATAN NEGARA DI PAPUA

Beberapa gereja di Papua hidup dan melayani tanpa roh keadilan dan kebenaran. Gereja hanya menghibur diri di mimbar-mimbar setiap minggu dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Gereja-gereja tidak percaya bersuara tentang kekerasan Negara, rasisme dan ketidakadilan. Gereja-gereja di mimbar rajin dan setia berdoa untuk pemerintah dari pusat sampai di desa-desa. Gereja-gereja berdoa untuk presiden sampai kepala desa. 

Tapi, gereja lupa berdoa TPN-PB (OPM), ULMWP, KNPB. Bahkan ada gereja yang secara lantang dan terbuka dari mimbar mengutuk Papua Merdeka, ULMWP, TPN-PB (OPM), KNPB. 

Gereja tidak pernah menentang stigma seperatis, makar, opm, kkb, dan teroris yang jelas-jelas merendahkan martabat kemanusiaan yang diciptakan TUHAN (Kejadian 1:26). Gereja menjadi pendoa syafaat yang hebat untuk NKRI harga mati. Gereja yang hidup tanpa Roh Kudus dan Kuasa Yesus Kristus. Gereja di Papua tidak menghadirkan Kerajaan Allah di Papua. Gereja menghadirkan kerajaan manusia. 

Beberapa Gereja di Papua harus bertobat dan berubah untuk melihat dan melayani umat TUHAN seperti Tuhan Yesus Kristus mengasihi dan menyelamatkan kita. 

Gereja membisu, diam dan telinga tuli serta mata buta berarti gereja turut memelihara kekerasan, ketidakadilan, rasisme, kolonialisme, kapitalisme, militerisme dan pasisme. Gereja tidak menjadi terang dan garam dunia. 

Gembala Dr. Socrarez Yoman 

Tabi, 3 Oktober 2021.

No comments:

Post a Comment