Search This Blog

Sunday, November 15, 2020

Distrik Sugapa dan Hitadipa Intan Jaya Terpenjara Operasi Militer Indonesia

Penembakan dengan Peluru Tajam Maut di Intan Jaya

Sejak akhir tahun 2019 Kabupaten Intan Jaya menjadi sorotan publik.

Kontak senjata antara TPN OPM dan MILITER Indonesia tak kunjung berhenti sampai detik ini. Distrik Sugapa ibu Kota Kabupaten Intan Jaya dan distrik Hitadipa dijadikan arena pertempuran. Kota dan kampung di distrik itu bagai kota/kampung "mati".

Tak ada aktifitas warga setempat untuk bernafkah. Di setiap sudut kota, di kampung, di kali, di hutan & di kebun diduduki TNI & POLRI. Sehingga warga setempat tak dpt ke luar rumah utk beraktifitas.

Hari demi hari mereka dikurung di dalam rumah. Warga setempat tak bisa berkebun lagi, tak bisa ke hutan lagi & tak bisa ke kali lagi, karna TNI POLRI sudah menempati di setiap sudut kota, kampung & hutan.

Setiap pria/ wanita dewasa diwajibkan memiliki KTP. Karna saat saat tertentu TNI POLRI menyisir dari rumah ke rumah. Jikalau seseorang hendak ke luar rumah, harus membawa KTP.

"Hampir setiap hari ada pendropan pasukan TNI/POLRI menggunakan helikopter 2 atau 3 kali", demikian kata seorang informan.

Semua kantor pemerintahan, baik tingkat kabupaten sampai di tingkat Balai Kampung serta gedung sekolah di Distrik Sugapa & Hitadipa dijadikan sebagai tempat penampungan TNI/POLRI.

Sebabnya aktifitas sekolah & kantor mati. Pendropan militer RI ini mengakibatkan warga setempat berada dlm tekanan & terpenjara. Hal ini mengakibatkan kelaparan, kesakitan, kematian karena dianiaya, ditembak militer RI dan juga kematian karena kelaparan, serta beban pikiran untuk masa depan hidup warga setempat.

Rumah Sakit di Distrik Sugapa juga dilayani oleh TNI/POLRI menyebabkan dlm beberapa bulan warga yang sakit tidak pergi ke Rumah Sakit utk mendapat layanan kesehatan. Setelah Direktur Rumah Sakit Sugapa diingatkan oleh warga setempat, akhirnya TNI/POLRI diminta ke luar dari Rumah Sakit.

Warga setempat memilih pergi ke Susteran biara setempat utk mendapatkn pelayanan kesehatan.

Warga Intan Jaya mendesak:
1). Presiden RI, Jokowi segera hentikan operasi militer dan menarik Pasukan Non Organik dari Intan Jaya;
2). Butuh akses wartawan & pekerja kemanusiaan di Intan Jaya;
3). Butuh bantuan bahan makanan dan obat-obatan, serta pakaian.
4). Butuh dukungan doa dari Tim Doa agar operasi ini dihentikan.

Keterangan: Foto di bawah ini adalah Pewarta Rufinus Tigau yg ditembak militer Indonesia.

Info ini dari sumber terpercaya dan mohon disebarkan.

Terimakasih.


Pokok Doa:

Semua orang Papua, dalam doa apapun, naikkanlah Doa kepada Allah Bapa di sorga

  1.  agar Allah mengampuni mereka yang menghabisi nyawa bangsa Papua tak berdosa, dan mereka bertobat menjadi anak-anak Allah;
  2. agar kita orang Papua tidak terganggu dengan aksi terorisme negara, akan tetapi tetap fokus kepada arah perjuangan Papua Merdeka, menyelesaikan sisa-sisa tindakan yang harus diambil saat ini lewat ULMWP supaya penderitaan ini segera berakhir;
  3. agar Tuhan membuka hati Joko Widodo dan pejabat kolonial di Jakarta berpikir serius memberikan kemerdekaan kepada bangsa Papua.



 

Tuesday, November 10, 2020

Pastor Yonggi Cho of South Korea: Faith, Vision, Dream


Main Teaching Points of this Sermon

  1. Without Faith it is entirely impossible to please God;
  2. You may life in a good life, but without faith, then you can't tap into the reservoir of God's blessings,
  3. We are believing according to the FACT, not by feeling.
    The Word of God is FACT, and the FACT never changes; your feelings changes in response to the surrounding situations. But despite the feelings, if you stand up on the FACT
  4. Your feeling is life roller-coster, up and down, up and down. Many times. So, if you approch God based on feeling, you can't touch God. But despite of the changing feelings, if you stand up on the fact, the fact will never change.
  5. When you haev faith on Bible, whatever feelings you have will not change
  6. Just the thing you need to develop is how to use your faith that is already in you. Do not hear the voice of the devil that says you do not have faith in your heart.
  7. You need to learn how to use the faith that is already in you.
  8. Hebrews 11:1, 
  9. When you pray, you have a very clear objective, very clear goal. Specify the prayer in details.
  10. We waste time and prayers by praying with emotions, not b faith. The Bible says it is going to happen according to your faith. If you pray for a husband or wife, write down details
    1. race (Asian, Coucasian, African...), 
    2. how tall
    3. body size
    4. what kind of job
    5. what kind of hobby
  11. Claim that vision
  12. Ask the Holy Spirit to give you clear vision. You must ask the Holy Spirit to have a burning desire to help you ask, and you have desire to pray.
  13. God is changing the goal for you.
  14. When you have God's goal, worthy, clear cut goals, you will never discouraged

Wednesday, November 4, 2020

Uskup Indonesia bertemu Mahfud MD bahas kekerasan di Papua

Uskup Indonesia bertemu Mahfud MD bahas kekerasan di Papua

 Nabire, Jubi – Menyusul pembunuhan seorang katekis Katolik Kabupaten Intan Jaya, Papua, para pemimpin gereja bertemu dengan pejabat keamanan tertinggi Indonesia guna mendesak pemerintah  meredakan ketegangan melalui dialog.

Dilansir vaticannews.va (3/11/2020), perwakilan Gereja Katolik di Provinsi Papua mengadakan pembicaraan dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.

Pertemuan pada hari Minggu lalu itu berlangsung di kediaman Mahfud MD dengan tujuan membahas berbagai permasalahan yang melanda provinsi paling timur Indonesia yang terus bergolak.

Hadir dalam pertemuan itu, Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito dan Uskup Amboina Mgr Petrus Canisius Mandagi, yang juga Administrator Apostolik Merauke, bersama dengan Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia.

Pertemuan itu terjadi setelah mengemukanya laporan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia yang menembak mati seorang katekis Katolik dari Paroki Bilogai, Rufinus Tigau, pada 26 Oktober lalu. Pembunuhan itu terjadi di Desa Jalae, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Uskup Mandagi mengatakan kepada UCA News pertemuan selama satu jam itu dimaksudkan untuk membahas “berbagai masalah di Papua, terutama kekerasan.”

Uskup Indonesia, tambahnya, prihatin dengan situasi tersebut, meski dia mengatakan tidak ada kasus khusus yang dibahas dalam pertemuan itu.

Sebaliknya, pembicaraan difokuskan pada penderitaan yang ditimbulkan oleh kekerasan, baik pada warga sipil setempat maupun pada pasukan keamanan.

Uskup Mandagi mengatakan dia menyampaikan kepada Mahfud bahwa dialog yang lebih luas dengan masyarakat dapat membantu meredakan ketegangan. Gereja Katolik setempat, tambahnya, selalu terbuka untuk berdiskusi.

“Orang Papua itu orang baik,” katanya.

“Semua orang termasuk militer, polisi, dan pekerja gereja tidak boleh memandang rendah mereka. Kita semua perlu menyelesaikan masalah dengan dialog, dengan menghormati orang Papua, dan tanpa kekerasan.”

Uskup mengatakan intervensi militer hanya memperburuk ketegangan.

Setelah pertemuan dengan para pemimpin gereja, Mahfud mengatakan pemerintah akan terlibat dalam dialog lebih lanjut dengan para uskup serta dengan para pemimpin agama lainnya.

Uskup Mandagi mengungkapkan harapannya untuk menghentikan kekerasan.

“Kami ingin Papua menjadi tanah cinta, bukan medan perang,” ujarnya. (*)


Editor: Dewi Wulandari

Tuesday, November 3, 2020

Seruan untuk Rekonsiliasi Bangsa Papua secara Menyeluruh

Yaitu berTOBAT, berDAMAI & berSATU 


Yang sedang berkumandang saat ini adalah suara propetis, suara kenabian sesuai petunjuk Tuhan Allah. 

Setelah tujuh tahun suara kami di penjara oleh Tuhan sejak tgl 28 Oktober 2013; kini kami kembali bersuara lagi atas perkenaan Tuhan pada Minggu 4 Oktober 2020 untuk mengawal Rekonsiliasi Bangsa Papua secara total untuk Pemulihan Bangsa Papua. 

Tuhan Allah memberi waktu emas bagi bangsa Papua untuk memulihkan diri: "bertobat, berdamai dan bersatu", karena Tuhan Allah akan menjawab kerinduan bangsa Papua yaitu memulihkan kembali keadaan kehidupan seperti sediakala "Firdaus" atau Surga dunia yg terhilang. 

Menjelang kelahiran Yesus, Yohanes berseru-seru di padang gurun "siapkanlah jalan bagi Tuhan...". 

Menjelang pemulihan bangsa Papua, menjelang akhir zaman, ada suara yang sedang berseru-seru: "berTOBAT, berDAMAI dan berSATUlah wahai bangsa Papua" sebab Tuhan sedang datang dengan penuh kemuliaan-Nya untuk memberi keadilan dan anugerah bagi bangsa Papua; 

Agar di era kemerdekaan bangsa Papua itu nanti, bangsa Papua diberi kesempatan untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang ke dua kali untuk memimpin Kerajaan 1.000 tahun. 

Yesus berfirman: "Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar". 


Atas pertolongan Tuhan, PAPUA PASTI BISA

Source FB

Pada Pendoa Papua - Para Hamba Tuhan di Tanah Papua Menjadi Garda Terdepan Dalam Doa Rekonsiliasi

Untuk PEMULIHAN BANGSA PAPUA


Tuhan telah memilih para pendoa Papua - para hamba Tuhan di seluruh tanah Papua menjadi agen pemulihan bangsa Papua. Saat ini adalah waktu emas yang diberikan kepada para pendoa - para hamba Tuhan untuk menggelar kebangunan-kebangunan rohani, pujian penyembahan, dan mewartakan pertobatan, perdamaian dan persatuan kepada setiap orang Papua untuk pemulihan diri menuju pemulihan bangsa Papua yang akan diberikan oleh Tuhan Allah indah pada waktuNya. Misi Agama apapun di dunia ini adalah misi pembebasan dan keselamatan umat/jemaat Tuhan, baik keselamatan kini dan di akhirat.

Almarhum DR Neles Kebadaby Tebay, Pr mengatakan: "YESUS PUNYA PILIHAN SANGAT JELAS. IA BERPIHAK KEPADA KAUM PAPA, ORANG MISKIN, TERTINDAS DAN SAKIT. YESUS TIDAK BERADA DI POSISI NETRAL. SEBAB POSISI NETRAL ITU POSISI ABU-ABU. KARENA ITU, GEREJA HARUS BERPIHAK PADA ORANG MISKIN DAN TERTINDAS SEPERTI YESUS".

Saat ini adalah waktu emas bagi para pendoa Papua-hamba-hamba Tuhan untuk mengambil kendali dalam doa-doa rekonsiliasi untuk mempersiapkan umat/jemaat Tuhan di seluruh tanah Papua untuk memasuki Zaman Bahagia Papua.

Atas pertolongan Tuhan, PAPUA PASTI BISA.


Sumber: FB

Ratapan dan Tangisan Anak Ngeri Papua dan Doa Orang Papua bagi Segala Suku Bangsa

 RATAPAN TANGGISAN ANAK NEGERI PAPUA

---------------------------------------------------------------------------
Bagi Ras Malanesia Untuk Menentukan Kemerdekaan negara bangsa papua barat ada dalam rencana Tuhan bukan di tangan negara budak NKRI atau PBB (penguasa dunia). karena bangsa papua adalah umat-nya pilihan Tuhan (BANGSA ISRAEL) yang punya hak penjaga Taman Eden( KEBUN PERTAMA DUNIA) yang tersembunyi berabad-abad lama-nya di ujung bumi papua tempat -nya penuh dengan susu dan madu banyak kekayaan emas dan perak yang paling besar di nilai oleh,di mata manusia yang punya akal pikiran dan perasaan emosional kemauan atau kehendak Tubuh, jiwa,& Roh manusia yang hati-nya kasih, sesama dan hati,akan keterbukaan besar bagi segala suku bangsa karena akan nantinya datang semua penjuru dunia untuk datang melihat dimana tempat-nya nampak bintang timur terbit bagi dunia.

DOA ORANG PAPUA BAGI SEGALA SUKU BANGSA

=====================================
- Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya,
- supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
- Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
- Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.
- Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.
- Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia! Mazmur 67: 2-5,7-8

Friday, October 30, 2020

Rencana Tuhan untuk Masa Depan Bangsa Papua Sangat Indah

Sehabis hujan, ada muncul pelangi; Sehabis malam suntuh, 'kan mentari merekah di Timur. 


Demikian pula di ujung jalan pergulatan bangsa Papua, ada suka cita menanti. Memang untuk mendapatkan sesuatu yg paling berharga harus melalui pengorbanan yg tiada tara. Bangsa Papua telah membayar lunas melalui pengorbanan yg luar biasa untuk menebus sebuah kebebasan, sebuah keadilan dan sebuah kedamaian serta untuk penegakkan harga diri bangsa Papua. 

Tuhan Allah telah memperhitungkan semua pengorbanan dari bangsa Papua selama  berada dalam penjajahan Indonesia kurang lebih 58 tahun. Kesempatan bagi Indonesia untuk menjajah dan menjarah di Tanah Papua akan segera diakhiri oleh Tuhan Allah indah pada waktu-Nya. 

Tak ada kekuatan apapun di dunia ini yg akan menggagalkan atau membendung rencana Tuhan untuk memulihkan bangsa Papua. Untuk itu, bangsa Papua segera siap sedia membasuh jubahnya dalam darah Anak Domba Paskah Yesus Kristus melalui penyadaran, penyesalan dan pengakuan dosa serta pertobatan yg tulus sebelum hari yg mulia itu tiba. 

Singkatnya segera bertobat, berdamai dan bersatu sebagai prasyarat pemulihan bangsa Papua. Tak ada yg mustahil bagi Tuhan. 

Ada tertulis: "Jika Allah dipihak kita, siapakah yg akan melawan kita?" 


Atas pertolongan Tuhan, PAPUA PASTI BISA. 

Source FB